Rabu, 09 November 2016

Bupati Puncak Willem Wandik Enggan Komentari soal Pesawat Hilang

TIMIKA – Bupati Kabupaten Puncak, Willem Wandik, terkesan enggan mengomentari terkait pesawat kargo DHC-4T Turbo Caribou PK-SWW milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Puncak yang hilang kontak saat penerbangan dengan rute Timika-Ilaga, Senin (31/10/2016) pagi.
Hal dapat terlihat ketika Bupati Willem Wandik menyambangi posko induk operasi SAR pencarian dan penyelamatan kru pesawat di terminal baru Bandara Mozes Kilangin Timika.
BERITA REKOMENDASI

Willem Wandik didampingi sejumlah pejabat dan staf Pemkab Puncak, Kapolsek Ilaga Ipda Sayori, serta tokoh masyarakat Kabupaten Puncak, diterima Komandan Lanud Timika Letkol Pnb Agustinus Gogot Winardi dan Kepala Sub Seksi Operasi Kantor SAR Timika, Hendra Salawaney.
"Kami belum bisa komentar apa-apa soalnya informasi belum jelas. Kami masih menunggu informasi resmi seperti apa," ujar Willem Wandik dan berlalu dari awak media.
Pesawat kargo DHC-4T Turbo Caribou PK-SWW yang hilang kontak dan diduga jatuh di kawasan Distrik Jila, Kabupaten Mimika, dibeli Pemkab Puncak seharga lebih dari Rp100 miliar dengan menggunakan dana APBD dua tahun anggaran, yaitu APBD tahun 2015 dan 2016.
Menurut informasi yang diperoleh bahwa pesawat tersebut menggunakan bodi buatan tahun 1970-an dengan mesin buatan tahun 1990-an.
Peresmian pengoperasian pesawat ini dilakukan Menteri Perhubungan RI Budhi Karya, bersamaan dengan peresmian pengoperasian SPBU di Ilaga.
Pemkab Puncak memberanikan diri membeli pesawat Kargo DHC-4T Turbo Caribou guna memudahkan pengangkutan bahan kebutuhan pokok masyarakat maupun bahan bangunan dari Timika ke Ilaga. Untuk saat ini, satu-satunya sarana transportasi yang dapat menjangkau kabupaten di wilayah Pegunungan Papua hanya melalui transportasi udara.
Pesawat Kargo DHC-4T Turbo Caribou PK-SWW diketahui hilang kontak dalam rute penerbangan dari Timika ke Ilaga Senin pagi dan memuat empat orang kru, yakni pilot captain Farhat Limi, FO R Fendi Ardianto, EOB Steven David Basari, dan FOO Endri Baringan.
Pesawat take off di Bandara Mozes Kilangin Timika pada pukul 7.57 WIT dan direncanakan landing di Bandara Aminggaru Ilaga, Kabupaten Puncak, pada pukul 08.22 WIT. Namun, ternyata hingga pukul 08.30 WIT pesawat tersebut belum juga tiba dibandara Aminggaru Ilaga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar