Boss Vapor
Kamis, 24 November 2016
Rabu, 09 November 2016
Bupati Puncak Willem Wandik Enggan Komentari soal Pesawat Hilang
TIMIKA – Bupati Kabupaten Puncak, Willem Wandik, terkesan enggan mengomentari terkait pesawat kargo DHC-4T Turbo Caribou PK-SWW milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Puncak yang hilang kontak saat penerbangan dengan rute Timika-Ilaga, Senin (31/10/2016) pagi.
Hal dapat terlihat ketika Bupati Willem Wandik menyambangi posko induk operasi SAR pencarian dan penyelamatan kru pesawat di terminal baru Bandara Mozes Kilangin Timika.
BERITA REKOMENDASI
Willem Wandik didampingi sejumlah pejabat dan staf Pemkab Puncak, Kapolsek Ilaga Ipda Sayori, serta tokoh masyarakat Kabupaten Puncak, diterima Komandan Lanud Timika Letkol Pnb Agustinus Gogot Winardi dan Kepala Sub Seksi Operasi Kantor SAR Timika, Hendra Salawaney.
"Kami belum bisa komentar apa-apa soalnya informasi belum jelas. Kami masih menunggu informasi resmi seperti apa," ujar Willem Wandik dan berlalu dari awak media.
Pesawat kargo DHC-4T Turbo Caribou PK-SWW yang hilang kontak dan diduga jatuh di kawasan Distrik Jila, Kabupaten Mimika, dibeli Pemkab Puncak seharga lebih dari Rp100 miliar dengan menggunakan dana APBD dua tahun anggaran, yaitu APBD tahun 2015 dan 2016.
Menurut informasi yang diperoleh bahwa pesawat tersebut menggunakan bodi buatan tahun 1970-an dengan mesin buatan tahun 1990-an.
Peresmian pengoperasian pesawat ini dilakukan Menteri Perhubungan RI Budhi Karya, bersamaan dengan peresmian pengoperasian SPBU di Ilaga.
Pemkab Puncak memberanikan diri membeli pesawat Kargo DHC-4T Turbo Caribou guna memudahkan pengangkutan bahan kebutuhan pokok masyarakat maupun bahan bangunan dari Timika ke Ilaga. Untuk saat ini, satu-satunya sarana transportasi yang dapat menjangkau kabupaten di wilayah Pegunungan Papua hanya melalui transportasi udara.
Pesawat Kargo DHC-4T Turbo Caribou PK-SWW diketahui hilang kontak dalam rute penerbangan dari Timika ke Ilaga Senin pagi dan memuat empat orang kru, yakni pilot captain Farhat Limi, FO R Fendi Ardianto, EOB Steven David Basari, dan FOO Endri Baringan.
Pesawat take off di Bandara Mozes Kilangin Timika pada pukul 7.57 WIT dan direncanakan landing di Bandara Aminggaru Ilaga, Kabupaten Puncak, pada pukul 08.22 WIT. Namun, ternyata hingga pukul 08.30 WIT pesawat tersebut belum juga tiba dibandara Aminggaru Ilaga.
323 Daerah Masuk Pemetaan Kampung Siaga Bencana
JAKARTA - Pemerintah akan memetakan kampung siaga bencana pada daerah rawan di Indonesia. Hal tersebut dilakukan untuk menangani permasalah kebencanaan nasional, seperti banjir, tanah longsor, puting beliung dan lainnya.
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dalam kunjungannya ke Kabupaten Sampang mengungkapkan ada 323 kabupaten/kota yang menjadi fokus pemetaan kampung siaga bencana.
BERITA REKOMENDASI
Menurutnya pemetaan kampung siaga bencana terhadap ratusan kabupaten/kota mengacu kepada data yang dikeluarkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Sementara, penentuan lokasi kampung siaga bencana, kata dia diserahkan kepada daerah masing-masing. "Jadi, kita melakukan pemetaan terhadap daerah-daerah tersebut," ujar Khofifah, Senin (31/10/2016).
"Data terakhir yang dikeluarkan BNPB ada 323 Kabupaten/Kota yang rawan bencana alam. Jadi, kita melakukan pemetaan terhadap daerah-daerah tersebut," imbuhnya.
Sering menjadi langgaran banjir membuat pemerintah perlu membentuk Kampung Siaga Bencana di Kabupaten Sampang. "Lalu dideteksi di titik mana yang disiapkan kampung siaga bencana. KSB akan segera dibentuk di Kabupaten Sampang dan Bojonegoro pada November 2016," tegasnya.
Kedua daerah itu dipilih karena memiliki risiko banjir cukup tinggi. Sampang memiliki skor 58 dalam indeks kerawananan bencana.
"Pembentukan KSB ini diharapkan mampu membantu pemerintah untuk menangani banjir yang sering terjadi di Sampang," kata Khofifah.
Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos Adhy Karyono menyebutkan, ada sepuluh ahli waris korban banjir Sampang yang diberi santunan.
Mereka merupakan ahli waris dari korban banjir yang terjadi pada September dan Oktober 2016.
"Masing-masing ahli waris korban mendapatkan santunan sebesar Rp15 juta," kata Adhy.
Langganan:
Postingan (Atom)